KPK ikut pantau penyaluran bansos pastikan tepat sasaran

KPK ikut pantau penyaluran bansos pastikan tepat sasaran

Ini satu dengan Instruksi Presiden agar awak yang ditugasi menyalurkan bansos ada pendampingaan dari institusi seperti KPK, BPKP, LKPP

Jakarta (ANTARA) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ikut memantau penyaluran bantuan baik (bansos) guna memastikan bantuan tepat sasaran kepada warga  terdampak  pandemi COVID-19.

“Saya mengajak KPK meninjau penyaluran bansos. Ini bahasa dengan Instruksi Presiden agar ana yang ditugasi menyalurkan bansos tersedia pendampingaan dari institusi seperti KPK, BPKP, LKPP saat pengadaan, ” kata Menteri Sosial Juliari P Batubara dalam keterangan persnya dengan diterima di Jakarta, Selasa.

Baca serupa: KPK masih temukan kesemrawutan penyaluran bansos

Mensos didampingi Ketua KPK Firli Bahuri mengecek langsung proses pembagian bansos sembako Bantuan Presiden dalam dua titik di wilayah Jakarta Selatan, yaitu di RT 01 RW 02 Cipete Utara, Kecamatan Kebayoran Baru dan di RT 14 RW 001, Kelurahan Jambar Labu, Kecamatan Cilandak.

KPK hadir untuk mengawasi metode penyaluran bantuan sosial sembako supaya lebih tepat sasaran, sekaligus mengacu pada pedoman dan memastikan tak ada tindak penyelewengan di lapangan.

Baca juga: Presiden Jokowi minta KPK ikut dampingi penyaluran bansos COVID-19

“Kami sengaja datang pada penyaluran bansos untuk memberikan kepastian bahwa setiap warga negara memiliki hak menerima bantuan dengan berpegang pada patokan bantuan harus tepat sasaran, ” kata Ketua KPK.

Berdasarkan surat pedoman pelaksanaan rencana bantuan sosial data penerimaan sandaran sosial adalah Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Baca juga: KPK terlanjur transparansi penyaluran bansos tiga pemda di Jabar

“Jika ditemukan warga dengan layak menerima, padahal tidak masuk DTKS wajib dimasukkan. Sebaliknya kalau ada nama di DTKS, tapi sudah tidak layak menerima harus dikeluarkan. Bansos harus tepat sasaran, ” kata Firli.

Tercatat penyaluran bansos sembako dalam RW 02 Kelurahan Cipete Mengetengahkan, Kecamatan Kebayoran Baru, untuk 13 RT, yaitu tahap I sebesar 709 paket, tahap II kedua (beras) 704 paket, serta tahap III 1. 361 paket.

Penyaluran bansos tahap III di DKI Jakarta ada total 2, 1 juta KK, dengan rincian sebanyak 1, 3 juta KK menggunakan anggaran dari Kemensos dan 850 ribu KK dibanding anggaran Pemprov DKI.

Baca juga: KPK ingatkan tiga pemda di Mencuraikan perbarui data warga penerima bansos

“Pada penyaluran bansos sembako tahap III di DKI Jakarta menggunakan data by name by address, juga dipastikan tidak tumpang tindih secara data pada tahap sebelumnya, ” kata Mensos.

Dibandingkan dua tahap sebelumnya, dalam pembagian bansos tahap III terjadi penggandaan penerima bansos, hal itu sebab ada data baru yang diusulkan oleh RT RW dan kelurahan.

“Saya kira itu bagus, ada penambahan penerima bansos di tahap III. Itu berarti semakin akurat dibanding dua periode sebelumnya. Jadi, wajar saja jika di tahap pertama masih berlaku ‘trial and error’, ” katanya.

Berdasarkan data di wilayah Pondok Labu tercatat sudah disalurkan bansos sembako dari Presiden sebanyak tiga tahap, serta perdana sekali dari Pemprov DKI Jakarta.

Mengaji juga: Lima rekomendasi KPK pembagian bansos terkait COVID-19 tepat sasaran
 

Pewarta: Desi Purnamawati
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Author Image
illvolef304b354