Airnav keluarkan peringatan agar pilot waspadai gangguan balon udara

Jakarta (ANTARA) – AirNav Indonesia memberikan peringatan kepada pilot untuk mewaspadai gangguan balon udara liar meniti penerbitan notice to airmen (NOTAM) nomor A1165/20 NOTAMN.

Eksekutif Utama AirNav Indonesia M Pramintohadi Sukarno dalam keterangannya di Jakarta, Senin mengatakan terus memberikan informasi terkini kepada pemangku kepentingan penerbangan terkait dengan kondisi terakhir pada ruang udara yang terpantau ada balon udara liar.

“Notam yang kami terbitkan menyimpan mengenai peringatan kepada para pilot yang melawati ruang udara pada area Pekalongan, Wonosobo, Parakan serta Kajen. Kami memperingatkan agar para pilot yang melewati area ruang udara tersebut berhati-hati. Ketinggian globe udara liar diperkirakan mulai sejak 0 – 28. 000 bermalas-malasan dengan arah dan kecepatan terbang yang tidak diketahui, ” logat Pramintohadi.

Ia menjelaskan AirNav Indonesia hingga saat tersebut belum mendapatkan laporan pilot (pilot report) yang menyatakan melihat balon udara di area ruang suasana tersebut.

Meski serupa itu, Pramintohadi mengingatkan kepada para pelaku penerbangan balon udara liar kalau penerbangan balon udara liar itu sangat mengancam keselamatan penerbangan & terdapat sanksi tegas yang menanti pelaku.

“Kami balik mengingatkan kepada para pelaku penerbangan balon liar aparat penegak norma bisa memberikan sanksi pidana untuk pihak-pihak yang mengancam keselamatan penerbangan sesuai dengan yang diatur di dalam Undang-Undang nomor 1 tahun 2009 tentang penerbangan. Pasal 411 membuktikan bahwa terdapat ancaman pidana penjara paling lama dua tahun & denda paling banyak Rp. 500 juta, ” ujarnya.

Pramintohadi mengatakan bahwa terdapat susunan yang harus dipatuhi dalam menerbangkan balon udara ditambatkan yang dijelaskan di dalam PM 40 Tarikh 2018 tentang penggunaan balon suasana pada kegiatan budaya masyarakat. Namun, beberapa pemerintah daerah bahkan era ini sudah melarang penerbangan globe udara dengan ditambatkan, karena kondisi pandemi COVID-19 dan upaya buat mengimplementasikan jaga jarak (physical distancing).

“Kami telah berkoordinasi sebelumnya dengan beberapa pemerintah daerah yang terdapat pegiat balon hawa tradisional di daerahnya. Pemerintah Kabupaten Wonosobo misalnya, telah melarang penerbangan balon udara tradisional dalam pencegahan penyebaran COVID-19 serta keamanan & keselamatan penerbangan yang tertuang dalam Surat Pemerintah Kabupaten Wonosobo Nomor: 130/155/2020 tanggal 11 Mei 2020. Pemerintah Kabupaten Wonosobo memberikan kepada seluruh masyarakat Wonosobo agar tidak mengadakan kegiatan pembuatan, penerbangan, festival maupun kegiatan sejenisnya terkait dengan balon udara tradisional, ” papar Pramintohadi.

Taat dia, keselamatan penerbangan tidak hendak dapat terwujud tanpa peran aktif seluruh elemen masyarakat termasuk para-para pegiat balon udara tradisional.

“Mari bersama-sama kita terbuka keselamatan saudara-saudara kita sebangsa dan setanah air khususnya para pengguna transportasi udara, dengan cara mematuhi aturan dan regulasi yang belaku, ” katanya.

Pewarta: Juwita Trisna Rahayu
Editor: Adi Lazuardi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Author Image
illvolef304b354