Program JKN-KIS diperkenalkan BPJS pada pertemuan internasional

Program JKN-KIS diperkenalkan BPJS pada pertemuan internasional

Kehadiran Program JKN-KIS telah membuka akses pelayanan kesehatan tubuh yang terjangkau dan berkualitas, sehingga banyak dimanfaatkan oleh penduduk Nusantara

Jakarta (ANTARA) – BPJS Kesehatan kembali memperkenalkan Program Agunan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) kepada dunia internasional, melalui pertemuan virtual “Foreign Policy and Global Healthcare (FPGH) Ministerial Retreat”.

“Kehadiran Program JKN-KIS telah menelungkupkan akses pelayanan kesehatan yang terjangkau dan berkualitas, sehingga banyak digunakan oleh penduduk Indonesia, ” cakap Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Selasa dini hari.

Fachmi menjelaskan di dalam tahun 2019 pemanfaatan JKN-KIS pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) mencapai 180, 4 juta, pemanfaatan di poliklinik rawat jalan vila sakit sebesar 84, 7 juta, dan pemanfaatan rawat inap pada rumah sakit sebanyak 11 juta. Jika ditotal, maka ada 276, 1 juta pemanfaatan pelayanan kesehatan tubuh di seluruh tingkat pelayanan.

“Artinya, sepanjang tahun 2019 rata-rata pemanfaatan pelayanan kesehatan bohlam hari kalender adalah 756. 515 pemanfaatan. Sementara, total pemanfaatan dibanding tahun 2014 sampai dengan 2019 adalah 926, 8 juta pendayagunaan. Hampir mencapai 1 miliar pendayagunaan, ” katanya  dalam acara yang diselenggarakan secara daring  pada Senin (1/6) 2020.

Fachmi juga memaparkan tentang pencapaian Universal Health Coverage (UHC) Program JKN-KIS di Indonesia.

Menurut WHO, UHC dimaknai bahwa setiap orang dapat memperoleh akses pelayanan kesehatan yang berkualitas sesuai dengan kebutuhan, tanpa kesulitan finansial.

“Sampai dengan 30 April 2020, JKN-KIS sudah melindungi 222, 9 juta jiwa atau 83, 64% populasi penduduk Indonesia. Program JKN-KIS juga memberi kepastian akses servis kesehatan bagi setiap lapisan klub, termasuk bagi penduduk yang bangsat dan tidak mampu. Sejak 2014, indeks kepuasan peserta meningkat dengan signifikan mulai dari 78, 6 hingga menjadi 80, 1 bertemu dengan peta jalan ( roadmap ) JKN-KIS, ” katanya.

Dalam jalan tersebut, Fachmi juga menjelaskan mengenai peran BPJS Kesehatan dalam menuntaskan pandemi COVID-19 di Indonesia, yaitu sebagai verifikator klaim rumah sakit khusus untuk kasus COVID-19.

Adapun proses pembayaran permintaan dilakukan oleh Kementerian Kesehatan dengan menggunakan dana dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Sampai dengan 27 Mei 2020, terdapat 291 RS yang sudah mengajukan klaim khusus untuk kasus COVID-19 di Kantor Cabang BPJS Kesehatan.

Beberapa klaim yang diajukan oleh RS sudah diverifikasi dan diajukan ke Kementerian Kesehatan untuk diproses lebih tinggi.

Pada tahun 2020 ini Indonesia didaulat menjabat sebagai Ketua FPGH Ministerial Retreat.

FPGH Ministerial Retreat merupakan forum yang digagas oleh tujuh menteri luar negeri (Menlu), yaitu dari Afrika Selatan, Brazil, Indonesia, Norwegia, Prancis, Senegal, dan Thailand, yang bertujuan untuk memromosikan pentingnya isu kesehatan global dalam kerangka kebijakan luar negeri.

Pada pertemuan dengan penyelenggara agunan sosial kesehatan dari negara-negara FPGH, BPJS Kesehatan diberikan kepercayaan oleh Kementerian Luar Negeri menjadi tuan rumah untuk memimpin pertemuan tersebut.

Fachmi mengatakan kalau selaras dengan tema yang diusung FPGH tahun 2020 yaitu Affordable Heath Care For All, pertemuan kali ini yang menitikberatkan pada UHC   buat mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs).

“Hal ini sependirian dengan misi pemerintahan Presiden Jokowi dalam peningkatan kualitas sumber gaya manusia serta dalam memberikan pelestarian bagi segenap bangsa dan menyerahkan rasa aman pada seluruh warga, melalui penguatan pelaksanaan perlindungan sosial dan peningkatan akses dan nilai pelayanan kesehatan menuju cakupan kesehatan tubuh semesta, ” demikian  Fachmi  Idris.

Menyuarakan juga: JKN-KIS jadi contoh asuransi sosial tingkat internasional

Baca juga: Cegah COVID-19, protokol tetap dijalankan BPJS Kesehatan hingga daerah

Baca juga: BPJS Kesehatan raih dua penghargaan internasional

Baca juga: Pasien hemodialisa benar merasakan manfaat JKN-KIS

Pewarta: Arief Mujayatno
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Author Image
illvolef304b354