Nilai emas “rebound, ” dipicu dolar lemah dan Wall Street hentikan reli

Nilai emas “rebound, ” dipicu dolar lemah dan Wall Street hentikan reli

koreksi pasar ekuitas juga dapat membebani emas pada waktu dekat jika kebutuhan likuiditas terjadi lagi

Chicago (ANTARA) – Harga emas rebound lebih dari satu persen pada akhir perniagaan Kamis (Jumat pagi WIB) karena dolar melemah dan Wall Street menghentikan reli setelah data perniagaan AS yang suram membayangi angka pasar tenaga kerja yang kecil positif dan optimisme tentang kebangkitan ekonomi.

Kontrak harga emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi COMEX New York Mercantile Exchange, terangkat 22, 6 dolar AS atau 1, 33 persen, menjadi ditutup pada 1. 727, 40 dolar AS mulai ounce. ​​​​​​​
Harga emas berjangka anjlok 29, 2 dolar AS atau 1, 68 persen menjadi 1. 704, 80 dolar GANDAR per ounce pada Rabu (3/6/2020), setelah jatuh 16, 3 dolar AS atau 0, 93 komisi menjadi 1. 734, 00 dolar AS pada Selasa (2/6/2020).

Baca selalu: Harga emas Antam amblas lagi, anjlok Rp17. 000/gram

“Pasar ekuitas masih diperdagangkan di zona merah serta untuk pelaku pasar emas, itu diartikan sebagai periode singkat risk-off (penghindaran risiko) dan mendorong peningkatan seruan investasi, ” kata Ahli Strategi Komoditas TD Securities, Daniel Ghali.

Setelah reli dengan kuat pada Rabu (3/6/2020), indeks-indeks saham AS naik tipis walaupun data menunjukkan klaim pengangguran mingguan AS turun di bawah dua juta untuk pertama kalinya sejak pertengahan Maret.

Menyulut kembali kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi, defisit perdagangan AS melonjak pada April karena pandemi COVID-19 membatalkan aliran barang dan jasa ijmal, mendorong ekspor ke level terendah 10-tahun.
Mengaji juga: Dolar AS jatuh ke terendah 11 minggu, minat aset berisiko naik

Dolar juga bertahan dalam dekat level terendah dalam sekitar tiga bulan, membuat emas bertambah murah bagi pemegang mata kekayaan lainnya.

Sementara emas telah menunjukkan dapat reli dalam lingkungan berisiko juga, “koreksi pasar ekuitas juga dapat membebani emas dalam waktu dekat jika hajat likuiditas terjadi lagi, ” kata Analis Standard Chartered Suki Cooper  dalam sebuah catatan. Ia memperhitungkan harga emas akan mencapai rata-rata 1. 700 dolar pada kuartal ketiga.

Sebelumnya pada hari itu, Bank Sentral Eropa (ECB) meningkatkan program pembelian obligasi untuk mendukung ekonomi zona euro, yang secara singkat meningkatkan ekuitas. ECB meningkatkan program pembelian obligasi sebesar 600 miliar euro (681 miliar dolar AS) menjadi 1, 35 miliar euro pada Kamis (4/6/2020).

Baca juga: IHSG ditutup melorot 24, 3 poin, dipicu sambungan PSBB Jakarta

Para analis mencatat kalau inflasi mendukung emas, karena penyalur sering menggunakan logam mulia sebagai lindung nilai terhadap inflasi. Indeks ekuitas di seluruh dunia dengan sebagian besar jatuh pada Kamis (4/6/2020), juga mendukung emas.

Logam mulia lainnya, galuh untuk pengiriman Juli naik 10, 3 sen atau 0, 57 persen, menjadi ditutup pada 18, 061 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli terangkat 4, 5 dolar AS atau 0, 52 persen, menjadi menetap pada 865 dolar AS bola lampu ounce.

Baca juga: Saham Inggris hentikan reli 3 hari, Indeks FTSE 100 jatuh 0, 64 tip

Menangkap juga: Saham Prancis melemah, Ruang CAC 40 ditutup turun 0, 21 persen

Baca juga: Saham Jerman merosot, Indeks DAX 30 ditutup turun 0, 45 persen
 

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Author Image
illvolef304b354