BP2MI janji urus pemulangan 33 jenazah WNI dari Malaysia

Ambang Lumpur (ANTARA) – Kepala Lembaga Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani menegaskan pihaknya bakal segera mengurus pemulangan 33 jenazah WNI yang saat ini masih tertahan di Kuala lumpur, Malaysia.

Benny mengemukakan hal itu saat menjawab pengaduan dari pemimpin Ikatan Keluarga Malaysia (IKMA) Malaysia, Jamal Al Fateh dalam perbincangan virtual yang digelar HOME Singapura, Minggu.

“Jenazah PMI, PMI yang sakit atau PMI yang dideportasi itu masuk bagian PMI bermasalah yang secara otomatis penanganannya dalam kendali penuh BP2MI, yang harus diantar hingga ke daerah asal, ” kata Benny.

Baca juga: 29 jenazah WNI tertahan pemulangannya dari Kuala Lumpur

Menurut Keindahan, masalah yang dihadapi IKMA Malaysia dalam proses pemulangan jenazah itu adalah maskapai yang terbang tepat ke Surabaya tidak mau membawa atau kargonya sudah penuh karena imbas kebijakan Perintah Kawalan Pergerakan (MCO).

“IKMA telah mencoba berusaha negosiasi dengan bagian maskapai, gasket (agen pemulanagn jenazah) serta meminta bantuan ke KBRI Kuala Lumpur, tetapi belum mendatangkan hasil, ” katanya.

Dia mengatakan per Sabtu 13 Juni 2020, ada 33 jenazah yang belum bisa dipulangkan karena tidak ada pesawat tujuan Surabaya.

“Yang ada cuma penerbangan ke Jakarta. Seandainya seluruh jenazah kami terbangkan ke Jakarta, apakah BP2MI mau memfasilitasi proses pemulangan jenazah dari Jakarta ke Surabaya?, ” tanya Jamal.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Benny mengatakan, setelah mendapat berita faksimili (brafaks) dari perwakilan pemerintah RI di Malaysia, setibanya di Jakarta proses pemulangan jenazah ke kawasan asal akan difasilitasi BP2MI.

Baca selalu: Satu ton ubi jalar disumbangkan TKI Malaysia pada rekan terdampak

“Sudah pasti dan secara otomatis bakal difasilitasi BP2MI, disediakan ambulan oleh BP2MI dan diantar oleh aparat BP2MI hingga ke kampung halaman. nya Tidak hanya sampai kabupatennya atau kecamatannya, tapi akan diantar petugas BP2MI sampai ke rumah keluarganya dan tidak boleh mengeluarkan biaya sepeser pun, ” ujar pria asal Sulawesi Utara tersebut.

Sebelumnya pernah diberitakan sebanyak 29 jenazah Warga Negeri Indonesia (WNI) tertahan pemulangannya dibanding Kuala Lumpur Malaysia menuju Nusantara karena terkendala penerbangan akibat pandemi  COVID-19.

Jenazah tersebut sebagian ada di Bandara KLIA dan sebagian lagi masih tersedia di gasket atau agen transmisi jenazah.

Di antara jasad jenasah tersebut ada yang dikirim ke Bandara KLIA per malam takbiran beberapa waktu semrawut.

“Hampir seluruh jenazah tersebut akan dikirim dengan arah Provinsi Jawa Timur sedangkan 19 jasad di antaranya dengan tujuan Madura, ” kata Jamal.

Baca juga: NTT terima 287 peti jenazah PMI selama 2017-2019

Pewarta: Agus Setiawan
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Author Image
illvolef304b354