Wapres: Pemberantasan narkoba perlu kerja serupa internasional

Wapres: Pemberantasan narkoba perlu kerja serupa internasional

Jakarta (ANTARA) porakporanda Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengatakan upaya pemberantasan narkotika, psikotropika dan obat-obatan terlarang (narkoba) di Indonesia harus melibatkan berbagai pihak, tercatat kerja sama internasional karena narkoba termasuk kejahatan lintas batas negara.

“Narkotika merupakan kejahatan lin batas negara dan kejahatan luar biasa. Oleh karena itu, penanganannya harus melibatkan semua unsur masyarakat. Kerja sama internasional sangat diperlukan buat memutus mata rantai peredaran narkotika, ” kata Wapres Ma’ruf era memberikan sambutan dalam Pembukaan Ujung Peringatan Hari Anti Narkotika Global di Jakarta, Jumat.

Salah satu upaya untuk memotong rantai peredaran narkoba di Indonesia itu dapat dilakukan dengan menekan pasarnya secara konsisten, yakni mengurangi angka penawaran dan permintaan kepada narkoba.

“Salah utama sebab terjadinya peredaran narkoba oleh karena masih tingginya supply dan demand . Upaya preventif melalui strategi demand reduction dan cara penegakan hukum sebagai strategi supply reduction harus terus dilakukan secara konsisten, ” jelasnya.

Mengutip data milik Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Wapres mengatakan sebanyak 275 juta penduduk dunia, atau setara secara 5, 6 persen dari mutlak populasi dunia berusia 15-64 tahun, pernah mengonsumsi narkoba. Di Nusantara, kata Ma’ruf, angka penyalahgunaan narkoba sendiri mengalami kenaikan di tahun 2019 yang mencapai 3, enam juta orang, dari data tahun 2017 sebesar 3, 37 juta orang.

“Data BNN (Badan Narkotika Nasional) menyebutkan nilai penyalahgunaan narkoba di Indonesia tarikh 2017 sebanyak 3, 37 juta jiwa dengan rentang usia 10-59 tahun. Tahun 2019 naik menjelma 3, 6 juta. Sedangkan penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar dalam tahun 2018 mencapai angka 2, 29 juta, ” tutur Wapres.

Kelompok masyarakat dengan paling rawan terpapar penyalahgunaan narkoba umumnya berada di rentang leler 15-35 tahun atau dikenal dengan generasi milenial. Jika hal tersebut terus dibiarkan, maka akan berpengaruh pada kualitas dan produktivitas era depan negara.

“Generasi milenial pada dekade mendatang bakal muncul sebagai pengganti generasi saat ini. Mereka harus sehat & produktif. Harus hidup 100 tip dan hidup bahagia tanpa narkoba, ” ujarnya.

Baca juga: Wapres inginkan sistem informasi khusus untuk bahan perlindungan sosial
Baca juga: Wapres instruksikan perbaikan data harmonis kesejahteraan sosial
Baca serupa: Wapres minta pesantren berinovasi sesuaikan pembelajaran di new normal

Pewarta: Fransiska Ninditya
Editor: M Arief Iskandar
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Author Image
illvolef304b354