Pemimpin minta pembayaran pelayanan kesehatan terkait COVID-19 cepat

Pemimpin minta pembayaran pelayanan kesehatan terkait COVID-19 cepat

Kalau aturan di Permen  terlalu berbelit-belit sungguh disederhanakan

Jakarta (ANTARA) kepala Presiden RI Joko Widodo meminta pembayaran pelayanan kesehatan terkait COVID-19 dipercepat pencairannya  dan jika menetapkan dengan memotong prosedur di Kementerian Kesehatan.

“Saya minta pembayaran untuk pelayanan kesehatan yang berkaitan dengan COVID-19 ini dipercepat pencairannya. Jangan sampai ada keluhan, ” kata Presiden dalam Rapat Terbatas Percepatan Penanganan Dampak Pandemi COVID-19 di Istana Merdeka, Jakarta, Senin.

Presiden menegaskan tumpuan dan santunan kepada orang-orang yang meninggal harus segera diberikan. Dirinya meminta prosedur di Kementerian Kesehatan tubuh tidak bertele-tele.

Baca juga: Presiden Jokowi minta para menteri buat terobosan atasi COVID-19

“Kalau aturan di Permen  terlalu berbelit-belit ya disederhanakan, ” ujar Presiden yang membahas tentang Peraturan Menteri (Permen).  

Dia mengatakan pembayaran klaim rumah sakit harus dicairkan secepatnya. Begitu juga dengan insentif bagi para tenaga medis dan petugas laboratorium.

“Kita tunggu apa lagi kalau anggarannya sudah ada? ” tanya Presiden.

Sebelumnya dalam arahannya di Sidang Kabinet Paripurna tanggal 18 Juni 2020, Presiden mengingatkan kepada para menteri untuk mempercepat bayaran kementerian.

Baca juga: Presiden Jokowi menimbulkan belanja kementerian dipercepat

Video arahan Pemimpin Jokowi tersebut baru dikeluarkan sebab Biro Pers, Media dan Keterangan Sekretariat Presiden pada kanal  Youtube Sekretariat Presiden pada Minggu (28/6).

Dalam arahannya Kepala mencermati anggaran di bidang kesehatan yang sudah dianggarkan sebesar Rp75 triliun, tapi pencairannya masih dalam bawah dua persen.

Selain itu Presiden juga mendahulukan bantuan sosial agar segera dikeluarkan, serta menegaskan kepada jajarannya di bidang perekonomian untuk segera memastikan stimulus ekonomi dapat masuk ke Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Baca juga: Teguran keras Kepala diputuskan untuk dirilis agar diketahui publik

Pewarta: Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor: Virna P Setyorini
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Author Image
illvolef304b354