Konglomerasi Tugas siapkan aturan pemotongan hewan kurban

Konglomerasi Tugas siapkan aturan pemotongan hewan kurban

Kalau memang kudu dilakukan di masjid, maka harus ada protokol kesehatan yang kudu dipatuhi

Jakarta (ANTARA) awut-awutan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 menyiapkan aturan terkait mekanisme pemotongan hewan kurban maupun shalat Idul Adha yang jatuh pada 31 Juli 2020.

Deputi Bagian Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Kesengsaraan (BNPB)  Lilik Kurniawan dalam bahan di Jakarta, Minggu mengatakan sepantasnya masyarakat melakukan pemotongan hewan pada tempat pemotongan hewan yang telah disediakan.

“Jika melakukan pemotongan hewan di masjid, maka ada aturan yang harus dipersiapkan masyarakat. Kalau memang harus dikerjakan di masjid, maka harus ada protokol kesehatan yang harus dipatuhi. Pemerintah sedang mempersiapkan terjemahannya (penerapannya), ” ujarnya.

Baca juga: MUI: Terapkan protokol kesehatan saat kurban

Menurut dia, keempat aturan tersebut yakni mula-mula terkait standard operating  procedure (SOP) bersandarkan protokol kesehatan.

Ke-2, protokol kesehatan tersebut harus disosialisasikan bukan hanya kepada pengurus masjid dan panitia korban, tetapi juga kepada masyarakat yang melakukan target.

Ketiga, untuk masyarakat yang masuk atau sekadar menyaksikan pemotongan hewan maka harus diperkirakan kesehatannya.

“Untuk tersebut, pengurus masjid harus mengukur suhu tubuh masyarakat yang masuk ke masjid. Selain itu, masyarakat kudu tetap menggunakan masker dan membersihkan tangan, ” katanya dalam pembicaraan tentang “Pelaksanaan Kegiatan Kurban pada Masa Pandemi Baru”.

Keempat, masjid yang melakukan pengeratan hewan harus dilengkapi dengan peralatan kesehatan yang cukup, seperti termometer, serta harus ada fasilitas cairan mengalir untuk mencuci tangan.

Dikatakannya, 20 hari menjelang Idul Adha pihaknya akan mengundang semua elemen masyarakat, termasuk relawan untuk melakukan sosialisasi aturan tersebut.

“Tapi, seluruhnya (aturan tersebut) akan kami sampaikan serupa kepada semua pengurus masjid. Lalu melalui semua provinsi di daerah-daerah yang dilakukan oleh Gugus Tugas di daerah masing-masing untuk menginformasikan hal tersebut, ” ujarnya.

Terkait pelaksanaan shalat Idul Adha, Lilik mengatakan bahwa pihaknya akan menunggu arahan dari Lembaga Ulama Indonesia (MUI).

Sementara itu, Kasubdit Kesejahteraan Hewan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Hasto Yulianto mengutarakan pihaknya sudah membuat edaran terkait prosedur pemotongan hewan pada era Idul Adha.

Tulisan edaran tersebut untuk mengantisipasi kesehatan tubuh masyarakat dalam menghadapi pandemi COVID-19.

“Kami membuat tulisan edaran, sejak kita beli hewan, di tempat pemotongan hewan, waktu distribusi daging kurban. Jadi, seluruh sudah ada protokol kesehatannya, ” ujarnya.

Walaupun belum ada bukti penyebaran melalui hewan, tetapi Hasto mengatakan bahwa pihaknya terus fokus ke protokol kesehatannya.

“Kami  akan fokus ke protokol kesehatan walau belum ada bukti penularan dari hewan ke manusia. Karena itu, kemudahan pemotongan hewan harus dilengkapi dengan hand sanitizer, terus ada juga alur antara penjual dan pembeli, ” ujarnya.

Terkait para penjual hewan yang berjualan di pinggir jalan, menurut tempat, hal itu tergantung pada pemerintah di daerah masing-masing.

“Itu tergantung dari izin di daerah masing-masing. Harus ada izin dari dinas yang terkait, ” ujarnya.

Sedangkan terpaut proses pemotongan hewan, Hasto juga menyarankan agar tetap mengikuti aturan kesehatan.

“Misalnya (orang yang memotong hewan) menggunakan APD, siapkan sabun, kalau perlu memakai face shield. Dari Kementerian Pertanian kita sudah menerbitkan surat informasi tersebut dan akan kita sosialisasikan, ” katanya.

Baca juga: Permintaan hewan kurban dari Gunung Kidul sangat tinggi
Baca juga: KPKP Jakarta Pusat cek 110 punggung hewan kurban di Senen

Pewarta: Subagyo
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Author Image
illvolef304b354