Erick Thohir paparkan langkah Tim Perbaikan Ekonomi-Penanganan COVID

Saya rasa mungkin posisi saya pada keadaan ini bukan sebagai Menteri BUMN, bahwa posisi kami di sini merupakan tim di mana yang memang harus mensinergikan program yang ada

Jakarta (ANTARA) kepala Menteri BUMN sekaligus Ketua Pemangku Tim Pemulihan Ekonomi dan Pengerjaan COVID-19 Erick Thohir menegaskan kalau posisinya di tim tersebut bukan sebagai BUMN melainkan sebagai tim yang harus mensinergikan program-program yang ada.

“Saya rasa barangkali posisi saya pada hari itu bukan sebagai Menteri BUMN, kalau posisi kami di sini adalah tim di mana yang dasar harus mensinergikan program yang tersedia, ” ujar Erick Thohir di Jakarta, Senin.

Erick Thohir mengatakan kalau dirinya bersama pejabat-pejabat lainnya dalam BUMN sudah melihat memang suka tidak sering bahwa BUMN memiliki infrastruktur di menjalankan banyak hal sehingga kemungkinan ada pemikiran dari Presiden Joko Widodo bahwa hal tersebut mampu menjadi pemetaan awal.

Baca juga: Erick Thohir: Penanganan COVID dan pemulihan ekonomi harus beriringan

“Dengan infrastruktur dengan ada, mungkin kami dilibatkan, namun tentu saya dan Bapak Budi Gunadi Sadikin bukan sebagai BUMN. Kami ini memang tim yang harus bersinergi dengan menteri-menteri terpaut dan juga itu menjadi suatu program riil yang di mana harus diimplementasikan dengan target-target terbatas, ” katanya.

Terpaut mana yang harus dijalankan terlebih dahulu apakah penanganan COVID-19 ataupun pemulihan ekonomi, Erick Thohir membalas bahwa kedua hal tersebut tak bisa dipisahkan mana yang lebih awal.

Ia mengutarakan dari Ketua Satgas COVID-19 Doni Monardo nanti akan ada 2-3 program dan  dari Ketua Satgas Pemulihan Ekonomi Budi Gunadi Sadikin juga ada program-program lainnya.

Baca serupa: Erick Thohir langsung rapat, lapis program pemulihan ekonomi-COVID-19

“Program-program ini lalu disinergikan. Seperti contohnya kondisi di Jawa Timur tentu tidak hanya program kesehatan tapi juga kalender perekonomian harus berjalan seiringan tidak bisa dilakukan secara terpisah. Sebab kita tidak mau juga kepastian tadi daya beli masyarakat dengan harus ditingkatkan, tetapi pasokan pangannya dan hal-hal lainnya harus tersedia dalam kondisi yang harus disepakati, ” ujar Ketua Pelaksana Awak Pemulihan Ekonomi dan Penanganan COVID 19 tersebut.

Hal-hal ini, lanjut Erick Thohir,   harus berjalan seiringan. Jangan sampai, kata dia, seperti dulu ketika pemberlakuan PSBB di Jakarta, hasil-hasil produksi Krakatau Steel di Banten tidak bisa dikirimkan karena truk pengangkutnya tertahan.

“Kondisi-kondisi seperti itu tentunya sebelum menjadi keputusan, kita coba sinergikan & dipetakan terlebih dahulu, sehingga keputusannya menyeluruh, serta kita juga bakal menggelar rapat review yang dipimpin sebab Bapak Presiden Joko Widodo tepat, yang mungkin diadakan seminggu sekali. Belum lagi Bapak Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengawal setiap harinya, ” ujar Erick Thohir.

Baca serupa: Presiden teken PP penanganan COVID-19 dan pemulihan ekonomi
 

Pewarta: Aji Cakti
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © JARANG 2020

Author Image
illvolef304b354