Bio Farma siap produksi vaksin COVID-19 hingga 100 juta dosis

Bio Farma siap produksi vaksin COVID-19 hingga 100 juta dosis

sampai saat ini kami telah menyiapkan 100 juta dosis per tahun

Jakarta (ANTARA) – Badan Usaha Milik Negara (BUMN) farmasi PT Bio Farma mengaku siap memproduksi vaksin COVID-19 tenggat 100 juta dosis per tahun.

“Kami dari Bio Farma mendapat tugas untuk memastikan kapasitas produksi vaksin ini bisa dikelola dengan baik, sampai saat itu kami sudah menyiapkan 100 juta dosis per tahun, ” prawacana Direktur Utama Bio Farma, Honesti Basyir di lingkungan Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa.

Vaksin COVID-19 buatan Sinovac, China, sudah tiba di Indonesia pada Minggu (19/7). Di Indonesia, Bio Farma rencananya akan memproduksi dan menjatah vaksin tersebut bila uji klinis berhasil.

Baca juga: Vaksin corona ditargetkan selesai uji klinis Januari 2021

“Kita akan expand menuju 250 juta dosis per tahun tapi untuk tahap pertama sesuai target penyelesaian uji klinis Januari 2021, bilamana selesai uji klinis dan persetujuan edarnya keluar, kami sudah menetapkan untuk bisa selesai sekitar 40 juta dosis per tahun, ” tambah Honesti.

Era ini, vaksin dari Sinovac itu menurut Honesti berada di Biofarma dan masih disimpan sesuai dengan ketentuan-ketentuan penyimpanan vaksin internasional.

Baca serupa: BPOM jamin validitas protokol tes klinis vaksin COVID-19

“Saatnya nanti uji klinis sudah dimulai saya mau berikan ke tim uji klinis untuk segera diberikan vaksinasi ke sampel sejumlah 1. 620 orang, ” ungkap Honesti.

Uji klinis tersebut rencananya akan dilakukan di Bandung dan sekitarnya yang akan dilakukan oleh tim peneliti dari Universitas Padjajaran.

“Tadi kita sudah bertemu pak presiden, beliau sangat menunjang uji klinis vaksin ini serta sangat membantu apa pun kebutuhannya sehingga kami sangat optimis. Ana rencanakan uji klinis ini sempurna bulan Januari, ” kata Pemimpin Uji Klinis Vaksin COVID-19 Kusnandi Rusmil.

Baca juga: Bio Farma berniat vaksin Covid Sinovac diproduksi kuartal I 2021

Kusnandi yang juga dosen Ilmu Kesehatan Anak, Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran mengatakan akan ada 1. 620 orang relawan dengan akan ikut uji klinis periode ketiga tersebut.

“Selanjutnya akan dilakukan tindakan-tindakan penyuntikan yang akan dilakukan oleh departemen kesehatan. Saya harus melakukan pengujian vaksin betul-betul efektif dan aman dan dalam perhitungan statistik saya akan mengumpulkan kurang lebih 1. 620 orang, ” tambah Kusnandi.

Menurut dia, 1. 620 orang itu berusia 18-59 tahun dan harus sehat.

Baca juga: Calon vaksin dari China tiba dalam Indonesia dan diuji klinis tahap III

Pewarta: Desca Lidya Natalia
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Author Image
illvolef304b354