Pemerintah perluas subsidi listrik hingga Rp3 triliun ke sosial-bisnis

Tadi disetujui pemberian subsidi listrik, selain untuk penghasilan rendah yang telah diperpanjang sampai Desember 2020 nanti

Jakarta (ANTARA) – Pemerintah memperluas subsidi listrik dengan menggali abonemen listrik bagi pelanggan listrik PLN untuk sektor sosial, usaha, dan industri senilai Rp3 triliun.

“Tadi disetujui pemberian subsidi listrik, selain untuk penghasilan rendah yang sudah diperpanjang sampai Desember 2020 nanti, ” kata Pemimpin Komite Penanganan COVID-19 dan Perbaikan Ekonomi Nasional (PEN) Airlangga Hartarto dalam konferensi pers secara daring usai rapat terbatas bersama Kepala Joko Widodo di Jakarta, Senin.

Sebelum kebijakan sumbangan listrik bagi ketiga sektor pelanggan ini, pemerintah sudah menggratiskan tagihan listrik bagi pelanggan rumah tangga golongan 450 VA selama April, Mei, dan Juni yang diperpanjang hingga akhir 2020 untuk meringankan beban masyarakat akibat pandemi COVID-19. Kemudian pemerintah juga mendiskon 50 persen tarif pelanggan listrik kapasitas 900 VA.

Baca juga: Menkeu: Subsidi listrik diperpanjang hingga September 2020

Buat sektor sosial, Airlangga mencatat terdapat 112. 223 pelanggan listrik PLN. Sedangkan sektor bisnis sebanyak 330. 653 pelanggan dan industri sebesar 28. 886 pelanggan.

Jika mengacu biaya minimum, oleh karena itu secara keseluruhan pelanggan sektor sosial selama Juli hingga Desember 2020 membayar Rp521, 7 miliar, konsumen bisnis membayar Rp2, 37 triliun, dan pelanggan industri Rp2, tujuh triliun. Secara total pelanggan listrik di ketiga sektor tersebut harus membayar Rp5, 6 triliun.

Namun, ujar Airlangga, semasa mereka membayar sesuai penggunaan, pelanggan sosial hanya perlu membayar Rp235, 8 miliar, pelanggan sektor bisnis membayar Rp1, 69 triliun, dan industri Rp1, 3 triliun, jadi total yang dibayar oleh pemakai listrik di ketiga sektor tersebut adalah Rp2, 6 triliun.

Baca selalu: Ini cara dapatkan listrik percuma enam bulan

Dengan demikian terdapat delta Rp3 triliun antara kedua bagian biaya tersebut.

“Sehingga delta yang dibayarkan atau disubsidi pemerintah itu sebesar Rp3 triliun dengan rincian Rp285 miliar untuk pelanggan listrik sosial, Rp1, 3 untuk pelanggan listrik bisnis, & Rp1, 4 triliun untuk pelanggan listrik sektor industri, ” prawacana Airlangga, yang juga Menteri Pemimpin Bidang Perekonomian itu.

Baca juga: Luhut sebut 3 negara bisa dicontoh RI untuk sukses tangani COVID-19

Pewarta: Indra Arief Pribadi
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Author Image
illvolef304b354