Jubir: Hanya Satgas COVID-19 yang tentukan zona risiko daerah

Jubir: Hanya Satgas COVID-19 yang tentukan zona risiko daerah

Jakarta (ANTARA) – Juru Bicara Dasar Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito menegaskan penentuan peta atau zonasi risiko di daerah hanya dilakukan oleh pihaknya dengan menggunakan 15 indikator terkait epidemiologi, surveilans, dan pelayanan kesehatan masyarakat.

Hal itu dikatakan Wiku Adisasmito dalam konferensi pers daring daripada Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, merespons pro-kontra klaim zona hijau buat wilayah Kota Surabaya.

Wiku mempersilahkan masyarakat memeriksa peta risiko masing-masing daerah yang sudah termuat di situs resmi pemerintah www.covid-19.go.id.

Jika menunjuk peta risiko di laman itu per Kamis (6/8) sore, Surabaya masih dikategorikan sebagai wilayah secara tingkat risiko tinggi untuk transmisi COVID-19 atau zona merah.

Baca juga: Jubir Satgas COVID-19: Kasus di beberapa daerah berhasil ditekan

Baca juga: Gugus Tugas catat 31 kabupaten/kota dengan risiko tinggi COVID-19

“Zonasi nasional secara sah hanya dilakukan oleh Satgas COVID-19, dengan suatu sistem BLC (Bersatu Lawan COVID-19), disini terlihat semesta nasional, semua data kabupaten kota terintegrasi yang dikoleksi dan diintegrasikan jadi satu, ” ujar dia.

Wiku menekankan denah risiko dari Satgas itulah yang menjadi acuan pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam menetapkan kebijakan penanganan dan pencegahan penularan COVID-19.

“Ini jadi referensi dengan 15 indikator terkait epidemiologi, surveilans kesehatan masyarakat dan indikator pelayanan kesehatan, ” ujar Wiku.

Sebelumnya, pemerintah praja Surabaya mengklaim bahwa wilayahnya sudah menjadi zona hijau atau wilayah berisiko rendah penularan COVID-19.

“Kondisi Surabaya saat itu memang lebih bagus, saya tunjukkan data dari Kementerian Kesehatan pada mana kondisi Surabaya itu warnanya sudah hijau, yang artinya penularannya sudah rendah. Lalu yang sehat sudah banyak, ” kata Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Senin (3/8). *

Baca juga: Pakar: Penjagaan berdasar tracing tak bisa tentukan zona COVID-19

Baca juga: Ketua Gugas COVID-19: Penyebutan zonasi harus bertemu ketentuan pusat

Pewarta: Indra Arief Pribadi
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Author Image
illvolef304b354