OJK dorong pemulihan ekonomi daerah

Kebijakan restrukturisasi kredit telah sangat membantu perbankan

Jakarta (ANTARA) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong akselerasi pemulihan ekonomi wilayah dengan mengakomodasi kebutuhan perekonomian supaya bisa mengeluarkan kebijakan mendukung pemulihan ekonomi nasional.

“Kebijakan restrukturisasi kredit telah sangat membantu perbankan. Perbankan sedikit demi sedikit sudah mulai dibangun dengan adanya sumbangan dan penjaminan kredit, ” introduksi Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam keterangan pers di Jakarta, Minggu.

Tempat menjelaskan jika perbankan yang memberikan kebijakan restrukturisasi masih belum mampu pulih, OJK akan terus menolong karena UMKM sudah ada platformnya.

Untuk mempercepat perbaikan ekonomi di daerah, OJK menentang langsung pusat pertumbuhan ekonomi wilayah seperti Bandung, dan sebelumnya di Tegal, Semarang dan Solo.

Dalam kunjungan di Bandung pada Minggu (9/8), Wimboh menimbulkan pertemuan dengan Gubernur Jawa Barat dan pelaku usaha untuk mendapatkan informasi langsung mengenai kondisi ekonomi dan identifikasi percepatan akses provokasi.

Dalam pertemuannya secara Gubernur Ridwan Kamil, Wimboh membaca OJK sejak awal terjadinya pandemi COVID-18 langsung mengeluarkan sejumlah kebijaksanaan untuk menjaga stabilitas sektor kebaikan keuangan dan mendorong pemulihan ekonomi nasional.

“Kita berniat Jabar menjadi motor penggerak pemulihan ekonomi karena Jabar memiliki ukuran ekonomi besar dan pertumbuhan kreditnya di atas nasional yaitu 5 persen, ” katanya.

Mengenai industri manufaktur di Menjelajahkan yang menurun karena permintaan ekspor yang rendah, Wimboh mengatakan OJK bersama Pemerintah akan mencari jalan keluar agar produksi tetap mampu berjalan dengan mengandalkan permintaan domestik.

Sementara itu, Gubernur Jabar Ridwan Kamil menjelaskan sektor manufaktur terkontraksi paling dalam dampak pandemi.

Kehadiran OJK, kata dia, diharapkan memberikan petunjuk menggerakkan sektor non manufaktur muncul lebih cepat meski perkembangannya sudah positif dan menghidupkan sektor manufaktur yang berorientasi ekspor.

Dalam kesempatan itu, Wakil Pemimpin Kadin Jabar dan Ketua REI DPD Jabar Joko Suranto menjelaskan dunia usaha di Jawa Barat mengharapkan adanya kemudahan kredit tidak dari hanya dari bank BUMN tetapi juga perbankan swasta buat alternatif pembiayaan.

“Pola komunikasi yang positif ini sangat kami sambut baik, karena kita merasa langsung ada monitoring dan tinjau ulang dari Pemerintah dalam hal ini OJK, ” katanya.

Sebelumnya, berbagai kebijaksanaan stimulus telah dikeluarkan OJK dalam masa pandemi sejalan dengan jalan Pemerintah untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional.

OJK telah mengeluarkan 11 kebijakan stimulus dalam industri perbankan, pasar modal dan industri keuangan non bank.

Kebijakan stimulus tersebut selain untuk menjaga stabilitas sektor pertolongan keuangan juga berfungsi untuk membawa industri jasa keuangan menjadi motivasi dalam menggerakkan roda perekonomian secara memberikan daya dukung bagi daerah riil.

Baca juga: OJK pastikan pemerintah beri jaminan kredit modal kerja UMKM
Baca juga: OJK cari format edukasi literasi keuangan digital bagi millenial

Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © KURUN 2020

Author Image
illvolef304b354