Renggut anggaran tertinggi 2021, Menteri PUPR: Percepat pemulihan ekonomi

Renggut anggaran tertinggi 2021, Menteri PUPR: Percepat pemulihan ekonomi

Bunga Rp34, 23 triliun itu dialokasikan sesuai arahan presiden untuk ketahanan pangan sebesar Rp10 triliun, lengah satunya proyek pembangunan lumbung pangan

Jakarta (ANTARA) – Gajah Pekerjaan Umum dan Perumahan Anak buah Basuki Hadimuljono menyampaikan alokasi perkiraan tertinggi sebesar Rp149, 8 triliun yang diperoleh kementerian PUPR dalam Rancangan APBN 2021, untuk percepatan pemulihan ekonomi dan penguatan reformasi.

Anggaran Kementerian PUPR tersebut menjadi yang tertinggi dibandingkan departemen lainnya dikarenakan adanya relaksasi kira-kira pekerjaan pada 2020 akibat pandemi COVID-19.

“Kementerian PUPR merelaksasi beberapa pekerjaan. Bukan memurukkan dan membatalkan tapi men-delay , yang single years menjadi multiyears atau yang belum lelang kita prioritaskan 2021, ” papar Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam konvensi pers RUU APBN 2021 serta Nota Keuangan di Jakarta, Jumat.

Ia memaparkan bersandarkan surat bersama Bappenas dan Kemenkeu pada tanggal 8 Mei berserakan, Kementerian PUPR mendapat alokasi anggaran Rp115, 5 triliun. Lalu di surat bersama pada tanggal 8 Agustus, pihaknya mendapat tambahan perkiraan Rp34, 23 triliun.

“Tambahan Rp34, 23 triliun tersebut dialokasikan sesuai arahan presiden untuk ketahanan pangan sebesar Rp10 triliun, salah satunya proyek pembangunan lumbung pangan atau food estate , ” ucapnya.

Basuki mengemukakan proyek food estate berada di Kalimantan Tengah berlokasi di eks pengembangan lahan gambut (PLG) seluas 165. 000 hektar, di luar kawasan eks PLG sekitar 60 ribu hektare, & Sumatera Utara seluas 4. 000 hektar.

Dalam kesempatan itu, Basuki juga menyampaikan taksiran Kementerian PUPR juga untuk menunjang pembangunan kawasan industri di Batang dan Subang sekitar Rp9, enam triliun.

“Kami memperoleh tugas untuk menyiapkan prasarana dasarnya, seperti jalannya, kemudian jalan pungutan, sumber daya air, sanitasi dan juga rusun bagi pekerja nanti. yaitu di Batang seluas 4. 000 ribu hektar di Pelik 1600 hektar, ” paparnya.

Ia menambahkan pihaknya selalu mengalokasikan dana sebesar Rp58, 55 triliun untuk pembangunan sumber daya air, pembangunan 47 bendungan, 50. 000 Ha lahan irigasi segar, 120 kilometer pengendali banjir, had rehabilitasi pengamanan pantai.

Kementerian PUPR juga memiliki rencana membangun 831 km jalan, 19. 000 meter jembatan, 3. 100 meter flyover, underpass dan terowongan, dan 35 km jalan bebas hambatan sebagai dukungan pemerintah terhadap investasi swasta untuk meningkatkan Investment Return Ratio (IRR) nya

“Selain itu, peningkatan 1. 279 km tiang nasional dan 2. 171 m penggantian jembatan, ” katanya.

Untuk program pemukiman cipta karya, yaitu air bersih sanitasi persampahan hingga rehabilitasi sekolah yang ditugaskan kepada Kementerian PUPR mencapai Rp26, 56 triliun.

Di bidang perumahan, Kementerian PUPR mengalokasikan dana sebesar Rp8, 09 triliun dalam rangka pembangunan 9. 210 unit rumah susun, 2. 440 unit rumah khusus, dan 111. 000 unit rumah swadaya untuk peningkatan rumah tidak tampan huni.

Baca juga: Tingkatkan kualitas DAS Citarum 2021, PUPR akan anggarkan Rp618 miliar
Baca serupa: Kementerian PUPR akan salurkan Rp2, 7 triliun untuk lima KSPN pada 2021
Baca pula: BKF sebut Kementerian PUPR tersentuh pemotongan anggaran terbesar

Pewarta: Zubi Mahrofi
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Author Image
illvolef304b354