KKP lakukan langkah jamin keamanan mutu produk perikanan

Badan Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) telah menerbitkan surat tentang Pengoperasian Protokol Pengendalian Covid-19 Dalam Kegiatan Produksi

Jakarta (ANTARA) awut-awutan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyatakan telah melakukan langkah prioritas untuk menjamin keamanan dan nilai produk perikanan baik untuk rekan ekspor maupun pasar domestik.

Siaran pers KKP  di Jakarta, Minggu, memaparkan bahwa langkah-langkah untuk menjamin ini di antaranya pada Maret 2020, Badan Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) mengirimkan peringatan untuk meningkatkan kewaspadaan kepada COVID-19 kepada Unit Pelaksana Teknis BKIPM dan Unit Pengolahan Ikan (UPI) untuk mematuhi protocol COVID-19 sesuai standar WHO.

BKIPM juga menyatakan telah melahirkan surat kepada UPI Nomor: 760/BKIPM. 3/TU-210/IV/2020 tanggal 1 April 2020 tentang Pelaksanaan Protokol Pengendalian Covid-19 Dalam Kegiatan Produksi.

Selain itu, pada 23 Juni 2020, BKIPM telah menerbitkan surat Nomor: 1214/BKIPM. 3/TU-210/VI/2020 tentang Pelaksanaan Kegiatan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan dalam Tatanan Terakhir kepada UPT BKIPM sebagai petunjuk dalam pelaksanaan tugas dalam periode pandemi COVID-19.

Baca juga: Ini tanggapan KKP soal larangan ekspor produk perikanan ke China

Pada Juli 2020, BKIPM menggelar sosialisasi melalui pertemuan virtual dan webinar dengan menghadirkan pakar dan akademisi serta instansi terkait Remote Inspection pada industri perikanan.

Kemudian, masih di Juli 2020, General Administration of Customs of the People’s Republic of China (GACC) telah melangsungkan pertemuan virtual dengan BKIPM mempercakapkan COVID-19 dengan kesepakatan bahwa pihak GACC dan BKIPM berkomitmen buat menjaga mutu dan keamanan buatan perikanan yang diekspor ke China.

Dalam kesepakatan itu, apabila ditemukan ketidaksesuaian mutu & keamanan hasil perikanan, maka UPI dikenakan Internal Suspend , dan dilakukan investigasi untuk menemukan akar permasalahan kasus itu.

Pencabutan Internal Suspend apabila telah memenuhi persyaratan Sistem Jaminan Mutu dan Kemanan Buatan Perikanan (SJMKHP). Selanjutnya, Pihak GACC dan BKIPM akan saling menginformasikan apabila terjadi paparan/suspect COVID-19 di UPI (Unit Pengolahan Ikan).

Sebagaimana diwartakan, KKP sudah mendapatkan notifikasi dari GACC dalam 18 September 2020. Atas informasi tersebut, KKP melalui BKIPM telah melakukan langkah-langkah seperti berkomunikasi secara Atase Perdagangan RI di Beijing dan berdasarkan surat GACC maka ekspor PT PI dihentikan tengah ke Tiongkok selama 7 keadaan terhitung sejak tanggal 18 September 2020.

Baca juga: COVID-19 sebabkan makna produk perikanan anjlok 50 upah

Selain itu, karena kasus tersebut, oleh karena itu KKP melakukan penghentian sementara penyajian Health Certificate (HC) dengan menerbitkan Internal Suspend terhadap PT. PI dan zaman ini sedang dalam proses pendalaman. Sejak tahun 2020 pihak GACC telah melakukan pengawasan dengan mengambil 500. 000 sampel produk makanan termasuk produk perikanan yang hadir ke China.

Hasilnya, telah ditemukan enam sampel dengan terkontaminasi COVID-19, dimana salah satu dari enam sampel tersebut adalah ikan beku layur berasal dari Indonesia.

KKP mendahulukan bahwa temuan tersebut terdapat di kemasan terluar, bukan di dalam ikan. Otoritas China  hanya mau menangguhkan impor produk perikanan sebab PT. PI selama seminggu mulai 18 September 2020.

Kegiatan ekspor perikanan, termasuk ke China, dilaporkan tetap berjalan bagaikan biasanya kecuali untuk satu kongsi yang ditangguhkan selama sepekan ke depan.

Selain tersebut, KKP juga menekankan bahwa yang dilarang ekspor hanyalah PT. PI sedangkan yang lainnya tetap mampu melakukan kegiatan ekspor seperti natural.

Baca juga: KKP pastikan produk perikanan aman dari COVID-19
 

Pewarta: M Razi Rahman
Editor: Apep Suhendar
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Author Image
illvolef304b354