Negeri terbitkan aturan umrah semasa pandemi

Negeri terbitkan aturan umrah semasa pandemi

Jakarta (ANTARA) – Negeri menerbitkan aturan penyelenggaraan ibadah umrah semasa  pandemi COVID-19 setelah Arab Saudi memutuskan kembali menerima jamaah yang hendak beribadah di Kota Suci  Mekkah dan Madinah.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama  Oman Fathurahman dalam siaran pers kementerian di Jakarta, Senin, mengutarakan bahwa ketentuan umrah semasa pandemi tertuang dalam Keputusan Menteri Pegangan (KMA) No. 719 Tahun 2020 tentang pedoman penyelenggaraan perjalanan ibadah umrah pada masa pandemi COVID-19.

“Alhamdulillah jamaah Indonesia termasuk yang diizinkan berangkat umrah. Semua pihak harus memahami regulasinya, ” katanya.

Oman mengatakan bahwa pedoman penyelenggaraan ibadah umrah pada masa pandemi  ditata merujuk pada seluruh ketentuan dengan diterbitkan oleh Arab Saudi dan ketentuan pencegahan penularan COVID-19 dengan berlaku di dalam negeri.

“Misalnya, kita masukkan sarana tidak memiliki penyakit penyerta ataupun komorbid. Ini sudah menjadi ketentuan Kemenkes, ”  kata dia.

“Ada juga ketentuan terkait karantina. PPIU harus memfasilitasi karantina jemaah, baik ketika di Saudi dan ketika pulang. Kita memiliki ketentuan, bahwa orang yang kembali dari luar negeri, tidak cuma jamaah umrah saja, harus melaksanakan karantina, ” katanya.

Pedoman penyelenggaraan perjalanan ibadah umrah pada masa pandemi COVID-19 mencakup ketentuan mengenai syarat calon jamaah haji; protokol kesehatan; karantina; transportasi, fasilitas, dan konsumsi; kuota pemberangkatan; pembiayaan; dan pelaporan.

Menurut ketentuan pemerintah, calon jamaah umrah berusia 18 sampai 50 tahun, tidak punya penyakit penyerta, & menyampaikan dokumen kesehatan bukti lepas COVID-19.

“Jika massa tidak dapat memenuhi persyaratan petunjuk bebas COVID-19, maka keberangkatannya ditunda sampai dengan syarat tersebut terpenuhi, ” kata  Oman.

Pemerintah mewajibkan penerapan protokol kesehatan tubuh dalam seluruh kegiatan pelayanan penjelajahan ibadah umrah di dalam daerah, saat dalam perjalanan, selama pada Arab Saudi, sampai jamaah balik ke Tanah Air.

Pemangku Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU)  bertanggung jawab melakukan karantina terhadap jamaah yang akan berangkat ke Arab Saudi dan setelah tiba lantaran Arab Saudi. Karantina bisa dikerjakan di asrama haji atau hotel yang ditunjuk oleh Satuan Perintah Penanganan COVID-19.

Pemberangkatan dan pemulangan jamaah umrah hanya boleh dilakukan melalui bandara universal yang telah ditetapkan oleh negeri, yakni Bandara  Soekarno-Hatta di Banten, Bandara Juanda di  Jawa Timur, Bandara Sultan Hasanuddin di  Sulawesi Selatan, dan Bandara  Kualanamu di  Sumatera Utara.

Pemberangkatan jamaah umrah selama masa pandemi COVID-19 diprioritaskan bagi mereka  dengan tertunda keberangkatannya  pada tahun 1441H dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan olej Pemerintah Arab Saudi.

PPIU  diwajibkan  melaporkan dasar keberangkatan, kedatangan di Arab Saudi, dan kepulangan jamaah umrah ke Kementerian Agama.

Keputusan Menteri Agama mengenai pedoman penyelenggaraan perjalanan ibadah umrah  juga mencakup ketentuan mengenai biaya perjalanan ibadah umrah.

Baca juga:
DKI Jakarta pastikan protokol kesehatan  dijalankan dalam ibadah umrah
Jamaah umrah kembali ke Mekkah

 

Pewarta: Anom Prihantoro
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Author Image
illvolef304b354