Sri Mulyani sebut 5 pertimbangan naikkan cukai rokok

Sri Mulyani sebut 5 pertimbangan naikkan cukai rokok

Kami mau terus formulasikan kebijakan berdasarkan lima area yang dipertimbangkan

Jakarta (ANTARA) – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan negeri masih terus melakukan formulasi terkait rencana kenaikan cukai rokok dalam 2021 dengan mempertimbangkan sejumlah indikator.

“Kami akan terus formulasikan kebijakan berdasarkan lima area yang dipertimbangkan, ” kata Sri Mulyani ketika menyampaikan realisasi APBN edisi November 2020 secara virtual dalam Jakarta, Senin.

Menurut Sri Mulyani, lima hal yang dipertimbangkan tersebut yakni mengurangi kebiasaan angka merokok pada anak-anak & perempuan, perlindungan, dan mendukung petani tembakau.

Baca juga: Menko PMK: Rokok ranjau bagi Nawa Cita

Kemudian, menunjang para pekerja pabrik rokok khususnya yang produksinya masih menggunakan lengah, menekan rokok ilegal dan belakang terkait penerimaan negara.

“Kami masih akan terus formulasikan ini dan akan kami sampaikan pengumuman kalau sudah difinalkan keseluruhan aspek terutama di mana masa kita sedang menghadapi COVID-19, ” imbuh Sri Mulyani.

Sementara itu, kata dia, perolehan di sektor cukai merupakan satu diantara indikator yang tumbuh positif dalam realisasi APBN hingga Oktober 2020, di tengah sejumlah indikator yang mengalami kontraksi akibat pandemi COVID.

Dalam pemaparan APBN Kita hingga Oktober 2020 realisasi penerimaan cukai mencapai Rp134, 92 triliun atau tumbuh 10, 23 persen dibandingkan periode sama tarikh lalu mencapai Rp122, 40 triliun.

Baca juga: Survey: Terjangkaunya harga sebabkan meningkatnya perokok anak

Adapun target bea dalam APBN 2020 sesuai Perpres 72 tahun 2020 mencapai Rp172, 20 triliun.

Dari realisasi itu, cukai hasil tembakau mendominasi dengan pencapaian sebesar Rp130, 53 triliun atau tumbuh 11, 72 persen dibandingkan periode sepadan tahun lalu mencapai Rp116, 83 triliun.

Hingga Oktober 2020, realisasi cukai hasil tembakau sudah mencapai 79 persen dibanding target Rp164, 94 triliun.

Baca juga: Kemenkeu tetapkan catridge rokok elektrik sebagai barang kena cukai

Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Author Image
illvolef304b354