Menko Polhukam: Tangkap pelaku pembunuhan sadis satu keluarga di Sigi

Jakarta (ANTARA) – Menteri Pemimpin Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengatakan kalau pemerintah memerintahkan penangkapan kepada para pembunuh sadis yang membunuh empat orang dalam satu keluarga dalam Sigi, Sulawesi Tengah.

“Pemerintah sudah melakukan langkah-langkah untuk mengabulkan pengejaran, tadi tim Tinombala sudah menyampaikan tahap-tahap yang dilakukan buat mengejar pelaku dan melakukan isolasi serta pengepungan terhadap tempat dengan dicurigai ada kaitan dengan para-para pelaku, ” kata Mahfud MD dalam pernyataannya di Jakarta, Minggu.

Mahfud mengatakan siasat pengejaran dan pengepungan terhadap tempat yang dicurigai memiliki keterkaitan secara para pelaku tersebut, sesuai dengan perintah Presiden Joko Widodo.

Baca selalu: Pemerintah kutuk keras pelaku rumah potong Sigi

Dia memastikan bahwa pemerintah mau menindak tegas para pelaku pembunuhan tersebut untuk menegakkan keadilan bagi keluarga korban yang mengalami duka mendalam karena kejadian tersebut.

“Pemerintah akan melakukan tindakan tegas dan memburu pelaku mencuaikan Tim atau Satgas Operasi Tinombala terhadap para pelaku kekejian dan kebengisan terhadap satu keluarga yang menyebabkan terbunuhnya empat orang di Sigi. Tentu pemerintah mengutuk cepat kepada pelakunya dan menyatakan jarang yang mendalam kepada korban & keluarganya, ” ujar Menko Polhukam.

Adapun pelaku pembantaian tersebut, menurut Mahfud, adalah sisa-sisa kelompok Santoso atau biasa lumrah Mujahidin Indonesia Timur (MIT).

“Memang pelakunya adalah Mujahidin Indonesia Timur. Kelompok Mujahidin Indonesia Timur ini adalah sisa gabungan Santoso yang sekarang masih tertinggal beberapa orang lagi, dan berdiam Tinombala, atau Satgas Tinombala cukup mengejar sekarang, ” kata Mahfud.

Menyuarakan juga: Satgas Tinombala terus kejar terduga pelaku kekerasan di Suluh

Bertambah lanjut, Mahfud menyampaikan imbauan negeri kepada para pimpinan umat mematuhi khususnya di Sulawesi Tengah, supaya tetap menjalin silaturahmi antar-masyarakat secara baik serta tidak terprovokasi isu-isu SARA yang ada di jalan sosial.

Menko Mahfud juga menegaskan, sejatinya agama apapun hadir untuk membangun perdamaian.

“Diharapkan oleh Pemerintah kepada seluruh pimpinan umat beragama dalam Sulawesi Tengah terutama, terus melayani silaturahmi, untuk tidak terprovokasi oleh isu-isu SARA. Karena sebenarnya dengan terjadi bukan di sebuah gereja, tetapi memang di sebuah tempat yang selama ini secara tak rutin menjadi tempat pelayanan umat. Tetapi pelakunya memang Mujahidin Nusantara Timur. Demikian sikap pemerintah, belakang setiap perkembangannya akan diinformasikan, ” kata Menko Polhukam Mahfud MD.

Menangkap juga: Satu keluarga dibunuh OTK di Sigi, warga lain melarikan diri

Pewarta: Abdu Faisal
Editor: Joko Susilo
COPYRIGHT © JARANG 2020

Author Image
illvolef304b354