Luhut akan gunakan taktik militer tekan klaster baru COVID saat banjir

Luhut akan gunakan taktik militer tekan klaster baru COVID saat banjir

Tactical Floor Game ialah taktik militer yang bisa kita terapkan untuk dapat berkoordinasi terkait peran dari setiap pihak semasa masa antisipasi perkiraan bencana banjir di DKI Jakarta mendatang

Jakarta (ANTARA) – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengingatkan biar potensi banjir akibat fenomena La Nina di Provinsi DKI Jakarta dan sekitarnya tidak menyebabkan klaster baru penularan COVID-19.

Luhut yang juga Wakil Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) meminta dilakukan simulasi terkait pengungsian yang disesuaikan dengan protokol kesehatan COVID-19.

“Diharapkan tidak akan menimbulkan klaster baru dari adanya aliran pengungsian, sehingga perlu ditekankan kalau setiap masyarakat harus saling terbuka dengan tetap menerapkan protokol kesehatan tubuh, ” kata Menko Luhut di keterangan tertulis di Jakarta, Senin.

Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) disertai seluruh kementerian/lembaga dan pemerintah daerah mewujudkan rapat koordinasi untuk mengantisipasi daya banjir akibat fenomena La Nina di DKI Jakarta dan sekitarnya, Senin.

Baca juga: Menko Luhut membuka tiga strategi pemerintah cegah lonjakan kasus COVID

Luhut akan menerapkan program Tactical Floor Game (TFG) dalam bertemu potensi banjir pada tahun 2020-2021.

Tactical Floor Game adalah taktik militer yang bisa kita terapkan untuk dapat berkoordinasi terpaut peran dari setiap pihak selama masa antisipasi perkiraan bencana banjir di DKI Jakarta mendatang, ” jelas Luhut.

TFG dilakukan untuk memperjelas peran sejak setiap kementerian dan lembaga agar dapat memaksimalkan sumber dayanya di dalam antisipasi dan pembuatan strategi untuk perkiraan bencana banjir. Dalam kesibukan ini, semua pihak telah memasang strategi dan koordinasi ke aliran.

Mengaji juga: Menkeu: 681. 000 gaya kesehatan telah terima insentif Rp5, 55 triliun

Peristiwa banjir yang melanda wilayah DKI Jakarta pada 2020 menimbulkan jumlah pengungsi sebesar 36. 445 jiwa dan kerugian ekonomi yang tidak sedikit.

“Peristiwa ini yang memacu kita untuk mempersiapkan hal lebih cantik lagi. Bencana banjir ini menjadi pekerjaan besar bagi kita seluruh, sehingga kita harus siap dengan berbagai kemungkinan yang akan terjadi di depan, ” pesan Luhut.

BMKG akan menyelenggarakan laporan real time terkait kondisi hujan kepada seluruh kementerian dan institusi terkait, yang akan menjadi keterangan untuk siap siaga menjalankan muslihat terhadap pergerakan air dalam kesengsaraan banjir.

Baca juga: Presiden Jokowi peringatkan peningkatan COVID-19 di Jakarta & Jateng

Selain itu akan dilakukan pula visualisasi terhadap perkiraan pergerakan cairan ketika bencana banjir terjadi. Dalam sisi lain, Kementerian Kesehatan dibantu Dinas Kesehatan daerah akan langsung mengedukasi masyarakat di pengungsian buat selalu menerapkan protokol cuci tangan, penggunaan masker, dan jaga renggang.

“Mari kita jadikan kegiatan TGF ini sebagai paksa untuk memulai aksi, tindakan, serta kerja bersama antara stakeholder terkait buat mengurangi risiko bencana banjir perlu membangun bangsa yang tangguh, ” kata Menko Luhut.

Rapat koordinasi tersebut dihadiri langsung oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Sosial Juliari P. Batubara, Kepala BNPB Doni Monardo, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, dan Asops Panglima TNI.

Baca juga: Sri Mulyani khawatir naiknya kasus COVID-19 berpengaruh pada ekonomi

Pewarta: Ade irma Junida
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Author Image
illvolef304b354