Round up – Pilkada 2020 berlaku aman dan lancar

Jakarta (ANTARA) –

Hari pemungutan suara Pemilihan kepala wilayah serentak 2020 di 270 kawasan penyelenggara  telah digelar pada cepat hingga siang Rabu 9 Desember.

Pilkada sebenarnya merupakan kegiatan lazim perhelatan demokrasi daerah yang diselenggarakan era lima tahunan, namun akibat pandemi COVID-19 penyelenggaraan sempat tertunda kira-kira tiga bulan dari Maret hingga Juni 2020.
 

Awalnya pengelola pemilu merencanakan hari pemungutan suara pilkada pada September 2020 serasi dengan agenda lima tahunan berakhirnya masa jabatan kepala daerah.

Tetapi, karena Indonesia dilanda kondisi yang tak biasa pandemi COVID-19 akhirnya pilkada ditunda guna menyiapkan berbagai habituasi dengan kondisi pandemi. Tripartit negeri, penyelenggara pemilu dan DPR menetapkan hari pemilihan digeser ke 9 Desember 2020.

Menkopolhukam Mahfud MD menyebutkan keputusan pemerintah, penyelenggara dan DPR untuk tetap melaksanakan Pilkada serentak 2020 sempat menyebabkan kekhawatiran dengan sangat serius dari sebagian awak masyarakat.

“Terutama para pemerhati masalah-masalah baik dan kesehatan serta politik kalau pilkada serentak ini akan menjadi klaster baru yang sangat membahayakan, ” kata dia.

Tetapi kenyataannya menurut Mahfud seperti yang dilihat lantaran data olahan informasi ke Was-was Pengendalian COVID-19 di BNPB ternyata tidak ada bedanya tren jalan COVID-19 ini antara daerah dengan melakukan pilkada dengan non pilkada.

“Bahkan di beberapa daerah yang tak ada pilkada itu justru gempuran COVID-19 juga besar, memang daerah-daerah yang ada pilkada perkembangan terkena ada yang besar juga, tapi tidak ada kaitan sebenarnya kurun membesarnya terinfeksi COVID-19 dengan penyelenggaraan pilkada, ” katanya.

Mahfud mengatakan Penetapan kepala daerah serentak 2020 tersebut mulai dari penyelenggaraan awal tingkatan dulu hingga hari pemungutan suara 9 Desember ini berjalan tenang dan lancar.

Sampai sore Rabu, tidak ada kejadian menonjol soal keamanan, ketertiban termasuk mengenai protokol kesehatan tubuh COVID-19 di pilkada.

Bahkan untuk adat kesehatan, Mahfud menyampaikan tingkat ketaatan masyarakat sangat baik, data dengan diterima Pusat Pengendalian COVID-19 menunjukkan ketaatan protokol kesehatan berada di atas angka 90 persen.

“Izinkanlah kami mengucapkan terima kasih kepada KPU dalam semua tingkatan, Bawaslu dengan semua tingkatannya, Forkopimda seluruh jajarannya, Kejaksaan Tinggi dan Kejaksaan Daerah yang selama ini juga tetap berpartisipasi bekerja keras, ” ujarnya.

Kendala
 

Selama penyelenggaraan pemungutan memang bukan tanpa sandungan, petugas di lapangan menghadapi beberapa permasalahan teknis seperti tempat pemungutan suara (TPS) 6 di Kelurahan Gading, Tanjungbalai, Sumatera Utara, yang sedang melaksanakan pemungutan suara Pilkada Tanjungbalai 2020 terendam banjir bingkisan dari hulu Sungai.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Cianjur, Jawa Barat, terdesak memindahkan tiga Tempat Pemunggutan Pandangan (TPS) ke gedung dan balairung terdekat karena tenda yang hendak digunakan sebelumnya untuk warga meneruskan aspirasinya roboh diterjang angin kencang yang disertai hujan deras.

“Tercatat tersedia lima TPS yang roboh, namun dua di antaranya dapat dibangun kembali, sedangkan tiga TPS lainnya TPS 17, 6 dan 7 dalam Desa Sukamaju, Kecamatan Cianjur, terdesak dialihkan ke gedung terdekat, tetapi kegiatan pemilihan tetap berjalan lazim, ” kata Komisioner KPU Cianjur, Ridwan Abdullah.

Kemudian, sejumlah tenda wadah pemungutan suara (TPS) di Sumatera Selatan dilaporkan ambruk sejak Selasa sore hingga Rabu dinihari kelanjutan hantaman angin kencang sehingga pengelola diminta waspada karena BMKG memperhitungkan cuara buruk masih akan berlaku hingga Rabu malam.

“Iya di Ogan Ilir ada yang ambruk, akan tetapi alhamdulilah bisa digunakan untuk pencoblosan pagi ini, ” kata Komisioner KPU Sumsel Divisi Perencanaan, Masukan dan Informasi Hendri Almawijaya.

TPS hancur dan ambruk di Ogan Ilir dilaporkan sebanyak 11 unit, selain itu TPS roboh juga dilaporkan terjadi Kabupaten OKU Selatan dan Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).

Sejumlah kendala teknis tersebut bisa diatasi oleh penyelenggara pemilu sehingga pada hari pemilihan, kesibukan pemungutan suara bisa berlangsung normal, berjalan aman dan lancar.

Masyarakat bisa memberikan hak pilihnya di TPS yang telah ditentukan. Bagi yang menjalani isolasi mandiri atau perawatan di rumah sakit, petugas dengan mendatanginya dengan membawa bilik, kotak dan surat suara.

Unik
 

Ada hal-hal unik yang dilakukan petugas di TPS buat menarik minat masyarakat agar memberikan hak pilih mereka di Pilkada serentak 2020 ini. Cara-cara istimewa itu tentunya diharapkan dapat memajukan partisipasi masyarakat memilih calon kepala daerah.

Di TPS 14 Kelurahan Jeruk, Kecamatan Lakarsantri, Kota Surabaya, Jawa Timur misalnya, Petugas Kelompok Pemangku Pemungutan Suara (KPPS) memakai seragam unik Super Hero untuk menarik minat masyarakat.

Di Pilkada Jember, juga ada beberapa TPS unik untuk menarik simpati warga, agar sampai menyalurkan hak pilihnya.

“Ada beberapa TPS unik untuk menarik simpati warga, agar datang menyalurkan hak pilihnya di TPS setempat, ” introduksi Komisioner KPU Jember Andi Wasis.

Dia mengatakan petugas KPPS di TPS 25 Desa Tamansari, Kecamatan Wuluhan melakukan atraksi kuda lumping pra dilaksanakan pemungutan suara untuk mengakui simpati masyarakat.

Tidak hanya itu, TPS 03 di Desa Mangaran, Kecamatan Ajung juga menghias TPS-nya secara sepeda kuno dan aksesoris yang menarik, sehingga diharapkan warga berbondong-bondong datang untuk menyalurkan hak pilihnya.

“Kami sangat mengapresiasi petugas yang melayani cara-cara unik untuk menarik simpati warga datang ke TPS, sehingga diharapkan partisipasi pemilih meningkat pada Pilkada Jember, ” tuturnya.

Bahkan, pemilih di Kabupaten Gowa, Sulawesi Daksina, disiapkan kendaraan antar jemput, serupa yang dilakukan di Kecamatan Pallagga, setiap desa dan kelurahan merancang kendaraan antar jemput bagi pemilih.

“Semua Desa dan Kelurahan di Pallangga yang jumlahnya 16 menyiapkan mobil dan motor untuk menjemput Pemilih. ini salah satu cara kami dalam upaya mengajak untuk meningkatkan partisipasi pemilih, ” kata Camat Pallagga Taufik M Akib.

Taufik menyebutkan sudah menjadi kewajiban pemerintah untuk menyediakan masyarakat datang ke TPS menyalurkan hak pilihnya. Apalagi tingginya angka partisipasi pemilih dinilai menjadi lupa satu indikator keberhasilan pemilihan.

“Jadi secara adanya kendaraan ini, tidak ada lagi alasan bagi masyarakat buat tidak ke TPS menyalurkan benar pilihnya, ” kata dia.

Belum selesai
 

Menkopolhukam Mahfud MD mengingatkan penyelengaraan Pilkada 2020 belum berakhir dengan rampungnya tahapan pemungutan suara.

Pilkada masih akan bersambung ke tahapan rekapitulasi suara, perkara pemilu, penetapan calon terpilih mematok pelantikan kepala daerah. Pada tahapan-tahapan tersebut Mahfud mengingatkan masih tersedia potensi gangguan keamanan.

“Pilkada masih bakal berlanjut nanti sesudah ini tetap akan ramai soal ketidakpuasan, ” kata dia.

Ketidakpuasan itu akan berpotensi terjadinya gangguan seperti kekerasan wujud, ada juga peserta pilkada yang nantinya akan menempuh jalan peradilan.

“Oleh sebab itu juga harus diantisipasi dari sekarang, ” kata Mahfud.

Mahfud membagikan pengalaman selama menjadi Ketua Mahkamah Konstitusi yang nantinya serupa bisa menjadi langkah antisipasi di dalam penyelenggaraan pilkada kali ini.

Tempat mengelompokkan ada beberapa model pengikut pemilu yang menggugat ke MK. Pertama, mereka yang menggugat karena serius dia merasa menang serta betul-betul menang, namun ada juga peserta pilkada yang hanya coba-coba menggugat hasil pemilihan.

“Ada yang sekedar coba-coba aja, siapa tahu bisa menghubungi hakim, tampaknya bisa menang, siapa tahu bisa dapat memalsukan data-data yang mengecoh, coba-coba saja, ” kata Mahfud.

Kelompok terakhir ucapnya yakni mereka yang sebenarnya tahu kalah dalam pemilihan namun tetap menggugat dengan niat dengan sebenarnya tidak baik.

“Pokoknya siapapun dengan menang ya lawan meskipun terang kalah kalau perlu membakar jawatan KPU, kantor bupati, semuanya tersebut tetap harus berhati-hati, dan status pandemi sekarang ini memang kira menuntut kita untuk lebih tambahan hati-hati dari situasi seperti itu, ” ujarnya.

Semua pihak harus saling menjaga keamanan, ketertiban dan ketaatan protokol kesehatan, mempunyai komitmen yang serupa menyukseskan penyelenggaraan Pilkada 2020. Keadaan pemungutan suara yang telah sukses digelar ini dilanjutkan ke tahap-tahap berikutnya hingga pelantikan kepala wilayah terpilih.

Oleh Boyke Ledy Watra
Editor: M Arief Iskandar
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Author Image
illvolef304b354