Menkop UKM: UMKM harus bertransformasi ke digitalisasi produksi

Menkop UKM: UMKM harus bertransformasi ke digitalisasi produksi

Transformasi teknologi produksi penting biar produk UMKM memiliki daya bertarung

Kendari (ANTARA) – Gajah Koperasi dan Usaha Kecil Membuang (Menkop UKM) Teten Masduki mengutarakan pelaku usaha mikro kecil & menengah (UMKM) harus segera bertransformasi menggunakan digitalisasi dalam menciptakan keluaran.

Menurut Teten, hal tersebut penting dilakukan agar UMKM  mampu menghasilkan produk setara negara asing.

“Transformasi teknologi buatan penting supaya produk UMKM mempunyai daya saing. Sekarang market di dalam negeri dari luar negeri. Zona, produk UMKM kita harus distandardisasi sekelas produk dunia. Karena itu, perbaikan teknologi produksi ini otoriter kita lakukan, ” kata tempat di Kendari, Sultra, Sabtu.

Baca serupa: Menkop UKM minta UMKM manfaatkan platform digital

Selain itu, ia serupa menyampaikan, status kelembagaan  UMKM pula harus berubah dari informal ke formal.

Menurut dia, banyak UMKM  khususnya mikro belum berbadan hukum.

“Apalagi selama pandemi ini jumlah cara mikro mulai banyak, karena banyak orang kehilangan pekerjaan, sehingga dia mengambil warung baik digital maupun offline, ” ujar Menteri Teten.

Ia mengatakan  transformasi teknologi seperti pemasaran, dapat mengefisienkan usaha lewat digital payment .

“Ada 93 persen wilayah Indonesia kalau daripada catatan e-commerce sekarang bisa diakses lewat pasar digital. Jadi, ini tersedia keterkaitan dengan perbaikan infrastruktur internet termasuk juga logistik, ” ujarnya.
 


Menteri Koperasi dan Daya Kecil Menengah (Menkop UKM)  Teten Masduki melihat proses pembuatan kain tenun di Kendari, Sultra, Sabtu (12/12/2020). ANTARA/Harianto

Pada kesempatan itu, ia serupa menyampaikan bahwa ke depan, negeri akan membantu para pelaku UMKM dengan membuatkan rumah produksi & memberikan alat produksi yang baru.

“Ke depan, kita bangunkan rumah produksi bersama. Nanti,   UMKM tidak perlu punya alat sendiri, dia bisa menghunjam di situ, sehingga bisa bangun peralatan yang modern, ” katanya.

“Kalau kita menentang brand-brand besar itu mereka tidak punya pabrik. Dengan memiliki rumah penerapan, kualitas produksi UMKM-nya bisa menjelma lebih baik, ” tambah Teten.

Membaca juga: Pemerintah targetkan 30 juta UMKM masuk platform digital 2021
Baca juga: Teten terapkan tiga hal dorong UMKM “go digital”

Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Author Image
illvolef304b354