Baznas dukung Polri ungkap kasus kotak amal danai terorisme

Jakarta (ANTARA) – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) mendukung Kepolisian RI (Polri) untuk menindak kasus kaidah dugaan kotak amal yang digunakan untuk mendanai aksi terorisme serta tindakan kriminal lainnya.

Pemimpin Baznas Bambang Sudibyo dalam masukan tertulis di Jakarta, Kamis, mengutarakan pihaknya berkomitmen untuk melindungi uang sedekah masyarakat yang dikumpulkan melalui Lembaga Amil Zakat (LAZ) biar disalurkan sesuai ketentuan syariah serta peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Kasus ini sedang berproses dan Baznas mendukung penegakan lembaga yang dilakukan Polri sesuai Peraturan no. 23 tahun 2011 mengenai Pengelolaan zakat, ” ujarnya.

Baznas juga mendukung Kementerian Agama (Kemenag) untuk membina dan mengawasi Lembaga Amil Zakat serasi amanat dalam UU No 23 Tahun 2011 khususnya Pasal 34 mengenai pembinaan dan pengawasan Baznas dan LAZ. Kemenag dapat menangani oknum pengelola sumbangan yang mengerjakan di luar ketentuan.

Baca juga: Polri: JI galang dana dari umum karena kesulitan keuangan
Menangkap juga: Polri: Sumber dana golongan JI dari kotak amal sejumlah yayasan
Baca juga: Dipakai teroris, Kemenag perketat aturan kotak amal

“Selama ini Baznas telah melakukan tugas dan perannya sebagai koordinator pengelolaan zakat nasional, sesuai secara ketentuan undang-undang, seperti dalam peristiwa penerbitan rekomendasi pendirian LAZ, dengan proses berjenjang dan persyaratan dengan sesuai ketentuan termasuk verifikasi benar, ” ujar dia.

Baznas juga telah melakukan pengendalian dengan mewajibkan LAZ mengirim keterangan tahunan berupa laporan keuangan yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP).

“Baznas memberikan teguran kepada Baznas wilayah dan LAZ yang tidak mematuhi aturan yang diatur dalam Undang-undang zakat ini, ” ujarnya.

Mengenai kotak amal dengan diduga disalahgunakan dan adanya penyimpangan lain seperti pelaporan audit dengan tidak sesuai ketentuan, Baznas meminta hal ini dapat diungkap oleh Polri.

Selama ini, kata Bambang, lembaga yang tercatat sebagai lembaga amil zakat sungguh berwenang menghimpun dan menyalurkan sendiri dana sedekah, namun lembaga itu harus patuh dengan aturan syariah dan ketentuan yang berlaku. Di setiap lembaga tersebut diwajibkan melaporkan keuangan yang sudah diaudit oleh TUDUNG.

“Baznas mengumpulkan keterangan dari seluruh LAZ sebagai bagian dari Laporan Zakat Nasional, sama sekali bukan menerima setoran uang buatan pengumpulan zakat, infak maupun sumbangan, ” katanya.

Buat lembaga yang sudah terdaftar dan melakukan penyimpangan, Baznas dapat mengeluarkan rekomendasi izin LAZ dan meminta Kemenag mencabut izin lembaga tersebut

“Baznas mengajak masyarakat berzakat kepada Baznas dan LAZ yang terpercaya dan dikenal telah bekerja di lapangan dengan molek dan tidak mudah percaya kepada pihak-pihak yang tidak dikenal, ” katanya.

Baznas selalu mendorong sedekah dapat dilakukan mencuaikan transaksi perbankan yang lebih akuntabel dan dapat ditelusuri sehingga bertambah aman.

Pewarta: Indra Arief Pribadi
Editor: M Arief Iskandar
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Author Image
illvolef304b354