Kejadian WNI di luar negeri naik hampir dua kali lipat semasa pandemi

Kejadian WNI di luar negeri naik hampir dua kali lipat semasa pandemi

Pandemi meningkatkan jumlah kasus yang ditangani (pemerintah, red) pusat dan kantor perwakilan (RI di luar negeri, red) sepanjang 2020 lebih dari 43. 000 kasus. Ini tentu meningkat garang dibandingkan kasus pada 2019 yakni 24. 465 kasus

Jakarta (ANTARA) – Jumlah kasus lembaga dan non hukum yang dialami warga negara Indonesia (WNI) di luar negeri naik hampir perut kali lipat sejak Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan COVID-19 jadi pandemi pada Maret 2020, logat Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Retno Marsudi di Jakarta, Jumat.

“Pandemi meningkatkan jumlah peristiwa yang ditangani (pemerintah, red) pusat dan kantor perwakilan (RI pada luar negeri, red) sepanjang 2020 lebih dari 43. 000 urusan. Ini tentu meningkat tajam dipadankan kasus pada 2019 yaitu 24. 465 kasus, ” sebut Retno pada upacara pemberian anugerah Hassan Wirajuda Perlindungan WNI Award (HWPA) 2020.

Jika dipadankan dengan jumlah kasus pada 2018 sebanyak 16. 903, kenaikannya menyentuh tiga kali lipat, tambah Retno.

Retno, yang ada secara virtual, mengatakan pandemi menambah tantangan para diplomat dalam cara mereka melindungi WNI di sungguh negeri.

“Sebelum pandemi  nature   (hakikat, red) pekerjaan pelindungan sudah mengandung dan kini semakin sulit sebab ada keterbatasan mobilitas dan efek lebih tinggi yang dapat mengancam keselamatan jiwa. Ini belum sudah terjadi sebelumnya, ” terang tempat.

Walaupun demikian, tantangan itu tidak menyurutkan kerja pelindungan WNI di luar negeri, kata Retno menegaskan.

Pemerintah Indonesia, melalui kantor perwakilannya di luar negeri, telah menyalurkan lebih dari setengah juta paket sembako ke para WNI yang terdampak pandemi COVID-19.

“Tidak hanya itu, mereka bertarung menewaskan masuk ke zona merah meluluskan bantuan ke para WNI dengan memerlukan dan (kami, red) langsung berupaya keras membuka akses pemindahan guna memfasilitasi repatriasi ratusan ribu WNI, ” sebut menlu RI.

Setidaknya, 26. 791 pelaut Indonesia yang terjebak di luar negeri telah dipulangkan ke tanah air. Sementara itu, satu. 114 WNI anggota jamaah tabligh di 13 negara, termasuk India, juga telah kembali ke Nusantara.

Dalam kesempatan tersebut, menlu RI menyampaikan per Kamis (17/12) jumlah WNI di luar negeri yang terkena COVID-19 menyentuh 2. 283 orang. Dari jumlah itu, 1. 562 di antaranya telah pulih, 161 WNI wafat dunia dan sisanya masih melakukan perawatan.

Menurut Retno, COVID-19 dan berbagai aturan penyekatan akibat pandemi masih akan jadi salah satu tantangan pelindungan WNI di luar negeri pada kaum tahun mendatang.

Sebab karena itu, ia mengajak jajarannya di Kementerian Luar Negeri serta seluruh pemangku kepentingan untuk memajukan kapasitas dan kesiapan demi merespon kebutuhan WNI di luar daerah.

“Kita perlu menggelar sistem pelindungan WNI sesuai kebutuhan dan tantangan terkini, [….] dan memanfaatkan teknologi digital demi mempermudah dan mempercepat servis pelindungan, ” ujar Retno.

Baca pula: HWPA 2020 fokus pada upaya pelindungan WNI di tengah pandemi COVID-19
Baca juga: Pemerintah pulangkan puluhan WNI dari luar negeri di penghujung 2020
Baca juga: WNI korban perniagaan orang dipulangkan dari Timur Tengah

Pewarta: Genta Tenri Mawangi
Editor: Azis Kurmala
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Author Image
illvolef304b354