Kapolri ucapkan selamat Natal 2020 kepada umat Kristiani

Jakarta (ANTARA) – Kepala Kepolisian Indonesia, Jenderal Polisi  Idham Azis, di Jakarta, Kamis malam, mengucapkan selamat Natal 2020 kepada umat Kristiani pada Indonesia dan berharap momentum Natal dapat mempererat kerukunan dan kedamaian di tengah masyarakat.

“Semoga kedamaian dan kebersamaan Natal senantiasa mengiringi langkah kita ke pendahuluan, ” kata dia.

Ia pun mengajak segenap keturunan Indonesia untuk menghormati umat Kristiani yang merayakan Natal agar perjamuan ini berlangsung aman dan damai.   Perayaan Natal kali tersebut diselenggarakan pada masa pandemi Covid-19 merebak.

Baca juga: MPR: Perayaan Natal jadi momentum bangkitkan nilai penerimaan

Ia juga mengucapkan selamat Tahun Mutakhir 2021 untuk seluruh masyarakat Indonesia.

Untuk menjaga keamanan selama masa libur Natal 2020 dan Tahun Baru 2021, polisi menggelar Operasi Lilin 2020 sejak 21 Desember 2020 hingga 4 Januari 2021.

Total personel yang dikerahkan dalam Operasi  Lilin 2020 yakni sebanyak 123. 451 personel gabungan Polri-TNI & pemangku kepentingan terkait di semesta Indonesia. Pengerahan personel difokuskan dalam pengamanan terminal bus, bandara, tumpuan, pelabuhan, gereja, tempat-tempat wisata, dan jalur-jalur mudik.

Baca juga: Perayaan malam Natal di Tomohon secara daring cegah COVID-19

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kebaktian dan misa Natal tarikh ini dibatasi sehingga jumlah jemaat yang hadir antara 20-30 obat jerih dari kapasitas gedung gereja tatkala jemaat lain dapat mengikuti ibadah secara daring.

Selain menjaga keamanan, para petugas Berdiam Lilin 2020 juga hadir untuk memastikan masyarakat tetap mematuhi aturan kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19.

Mengaji juga: Dalam pesan Natal, Paus sebut bela migran hingga panggilan perdamaian

Azis pun telah menerbitkan Informasi bernomor Mak/4/XII/2020 tentang Kepatuhan Terhadap Protokol Kesehatan Dalam Pelaksanaan Libur Natal Tahun 2020 dan Tarikh Baru 2021 tertanggal 23 Desember 2020.

Maklumat Kapolri itu bertujuan memutus dan menghalangi rantai penyebaran Covid-19 saat libur panjang akhir tahun mengingat penanganan penyebaran Covid-19 secara nasional belum sepenuhnya terkendali dan masih berpotensi tumbuh luas di masyarakat.

Baca juga: “Maknai kelahiran Yesus sebagai pembaharuan hati”

Menggunakan Maklumat tersebut, Aziz meminta untuk tidak menyelenggarakan pertemuan/kegiatan yang mengundang kerumunan massa di tempat umum berupa perayaan Natal dan kegiatan keagamaan di luar tempat ibadah, pesta/perayaan malam pergantian tahun, perarakan, pawai dan karnaval serta perhelatan penyalaan kembang api.

Baca juga: Natal momentum introspeksi diri dan memuliakan Tuhan

Pewarta: Anita Permata Dewi
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Author Image
illvolef304b354